Forum Perangkat Daerah DISDIKPORA Bahas Renja 2027 dan Penguatan Layanan Pendidikan Dasar
Forum Perangkat Daerah DISDIKPORA Bahas Renja 2027 dan Penguatan Layanan Pendidikan Dasar
Kebumen — Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kebumen menggelar Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Tahun 2026 sebagai bagian dari proses penyusunan Rencana Kerja (Renja) Tahun 2027. Forum ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan untuk memberikan masukan strategis guna memperkuat kualitas layanan pendidikan, kepemudaan, dan olahraga di Kabupaten Kebumen.
Penguatan Layanan Dasar dan Tantangan APK PAUD
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Kebumen, R. Agung Pambudi, S.IP., M.S., menegaskan bahwa Disdikpora merupakan perangkat daerah yang menangani pelayanan dasar, sehingga Indikator Kinerja Utama (IKU) yang menjadi tolok ukur adalah Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Salah satu perhatian utama adalah Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD yang pada tahun 2025 mengalami penurunan sebesar 2 persen. Kondisi ini menjadi tantangan yang harus segera direspons agar pada tahun 2027 dapat kembali meningkat. Upaya yang diusulkan antara lain dengan mengumpulkan para Camat, Kepala Desa, serta Bunda PAUD untuk bersama-sama mendorong peningkatan APK pada satuan pendidikan Kelompok Bermain (KB), PAUD, dan TK.
Selain itu, keterbatasan Dana BOS/BOP juga menjadi sorotan. Di tengah kritik dari berbagai pihak, realitas di lapangan menunjukkan bahwa alokasi dana pada setiap jenjang pendidikan masih tergolong minim. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan yang cermat dan transparan agar anggaran benar-benar menyentuh kebutuhan inti kegiatan pembelajaran.
Dalam forum juga dibahas pentingnya efisiensi biaya atributif dan administratif, seiring penerapan sistem less paper yang memungkinkan pengurangan belanja non-substantif dan pengalihan anggaran ke program inti.
Kolaborasi Literasi dan Transformasi Digital
Penguatan literasi menjadi agenda penting yang memerlukan sinergi dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus). Literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca, tetapi juga pemahaman. Pemanfaatan teknologi buku dan perpustakaan digital yang terkoneksi dengan sekolah-sekolah diharapkan dapat meningkatkan akses bahan bacaan. Di sisi lain, promosi buku fisik dengan harga terjangkau juga menjadi alternatif agar siswa dan masyarakat dapat menikmati budaya membaca.
Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan tercipta pendidikan yang berkualitas, sehat, dan berdampak nyata bagi anak-anak di Kabupaten Kebumen.
Renja 2027 Selaras RPJPD dan Visi Pembangunan Daerah
Kepala Disdikpora Kabupaten Kebumen, Agus Sunaryo, menyampaikan bahwa Renja Tahun 2027 merupakan dokumen perencanaan tahunan yang menjadi penjabaran tahapan RPJPD 2025–2045 serta selaras dengan visi misi pembangunan daerah periode 2025–2029. Renja ini menjadi pedoman pelaksanaan program dan kegiatan di bidang pendidikan, kepemudaan, dan olahraga selama Tahun Anggaran 2027.
Penyusunan Renja dilaksanakan melalui Forum Perangkat Daerah dengan mengacu pada arahan dan kebijakan Bapperida Kabupaten Kebumen, termasuk ketentuan pagu indikatif dan sinkronisasi lintas sektor. Fokus perencanaan diarahkan pada peningkatan mutu layanan pendidikan, penguatan karakter peserta didik, peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, perluasan akses layanan, serta peningkatan daya saing pemuda dan prestasi olahraga daerah.
Program prioritas Renja 2027 meliputi Program Pengelolaan Pendidikan pada jenjang SD, SMP, PAUD, dan Pendidikan Nonformal/Kesetaraan. Selain itu, terdapat penguatan program unggulan daerah seperti penguatan karakter keagamaan di sekolah, peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah, penguatan pengelolaan dana BOS, serta pengembangan kapasitas kepemudaan dan keolahragaan.
Pagu indikatif Renja Disdikpora Tahun 2027 direncanakan sebesar ± Rp1,064 triliun, yang dialokasikan pada Sekretariat, Bidang SD, Bidang SMP, Bidang PAUD dan PNF, serta Bidang Kepemudaan dan Olahraga. Struktur anggaran tersebut dirancang untuk menjaga keseimbangan antara belanja layanan dasar pendidikan, peningkatan mutu, pengembangan SDM, serta pembinaan pemuda dan olahraga.
Tantangan Struktur Anggaran dan Sumber Pendanaan
Kabid Anggaran Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah, menyampaikan bahwa perencanaan tahun 2027 harus disusun berdasarkan kebutuhan riil serta mempertimbangkan sumber-sumber pendanaan. Dengan asumsi pendapatan daerah sebesar Rp2,55 triliun, alokasi untuk Disdikpora yang mendekati Rp1 triliun telah memenuhi ketentuan minimal 20 persen anggaran untuk sektor pendidikan.
Namun demikian, tantangan muncul pada komposisi belanja pegawai yang mencapai sekitar Rp800 miliar atau 77 persen dari total anggaran Disdikpora, melebihi ketentuan mandatori di bawah 30 persen. Kondisi ini menjadi perhatian bersama agar komposisi anggaran ke depan dapat lebih proporsional, terlebih sekitar 80 persen anggaran pendidikan bersumber dari Pemerintah Pusat.
Tahapan Perencanaan dan Ruang Masukan
Dari unsur perencanaan daerah, disampaikan bahwa tahapan penyusunan telah berjalan dan akan dilanjutkan dengan Musrenbang Tematik Tahun 2027. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Kebumen juga didukung oleh capaian Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan Harapan Lama Sekolah (HLS) dari sektor pendidikan.
Proses penyusunan Renja 2027 masih membuka ruang masukan hingga Maret 2026, sehingga seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran demi penyempurnaan dokumen perencanaan.
Melalui Forum OPD ini, Disdikpora Kabupaten Kebumen menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat layanan dasar pendidikan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta membangun ekosistem kepemudaan dan olahraga yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat.
