Bimtek Advokasi Pendidikan Inklusif Perkuat Pemahaman dan Komitmen Layanan Pendidikan Setara di Kebumen
Bimtek Advokasi Pendidikan Inklusif Perkuat Pemahaman dan Komitmen Layanan Pendidikan Setara di Kebumen
Kebumen, 11 Agustus 2026 — Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kebumen menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Advokasi Pendidikan Inklusif sebagai upaya meningkatkan pemahaman, membangun komitmen, serta memperkuat peran pemangku kepentingan dalam mewujudkan layanan pendidikan yang setara bagi seluruh peserta didik. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu, 11–12 Agustus 2026, bertempat di Hotel Mexolie Kebumen.
Kegiatan hari pertama diawali dengan pembukaan oleh Hartati, S.A.P., Kepala Seksi Administrasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMP. Selanjutnya, peserta mendapatkan pengarahan dari Halim Jaya Persada, S.Pd. dan Titi Hanifah, S.Pd. dari SLB Negeri Tamanwinangun Kabupaten Kebumen terkait pelaksanaan kunjungan ke sekolah luar biasa (SLB).
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembagian peserta ke dalam kelompok yang dipandu oleh Dr. Sukinah, M.Pd., dosen Universitas Negeri Yogyakarta. Sebanyak 11 kelompok peserta melakukan kunjungan langsung ke SLB dan didampingi oleh guru-guru SLB untuk memasuki sejumlah ruang kelas serta mengamati secara langsung proses pembelajaran peserta didik berkebutuhan khusus.
Melalui kunjungan tersebut, peserta memperoleh pengalaman nyata dalam mengenal karakteristik dan layanan pembelajaran bagi peserta didik dengan berbagai kebutuhan khusus, antara lain kelas autis, tunadaksa, tunarungu, tunanetra, dan tunagrahita. Peserta tidak hanya mengamati proses pembelajaran, tetapi juga berinteraksi dengan guru dan peserta didik sehingga mendapatkan gambaran yang lebih konkret mengenai praktik layanan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
Selain pembelajaran di kelas, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai program vokasi di SMPLB dan SMALB. Beragam keterampilan yang dikembangkan meliputi tata boga, tata busana, tata kecantikan, tata graha, desain grafis dan sablon, pijat, batik, cuci motor, bina diri, hingga berkebun. Program tersebut menjadi bagian penting dalam membekali peserta didik dengan keterampilan yang dapat mendukung kemandirian mereka.
Suasana kunjungan semakin bermakna ketika para peserta didik SLB turut berinteraksi dengan peserta bimtek. Beberapa peserta didik bahkan memberikan gantungan kunci hasil karya mereka sebagai cendera mata kepada guru yang berkunjung. Peserta bimtek juga menunjukkan apresiasi terhadap karya peserta didik dengan membeli sejumlah produk hasil keterampilan, di antaranya kain batik dan guci yang telah dilukis.
Setelah kegiatan kunjungan selesai, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil pengamatan mereka. Sesi ini menjadi ruang refleksi bagi peserta untuk berbagi pengalaman, temuan, serta pemahaman yang diperoleh selama melihat secara langsung pelaksanaan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus di SLB.
Kegiatan Bimtek Advokasi Pendidikan Inklusif akan dilanjutkan pada Rabu, 12 Agustus 2026 dengan materi yang disampaikan oleh Dr. Sukinah, M.Pd. Materi akan berfokus pada identifikasi peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah inklusif, asesmen peserta didik berkebutuhan khusus, pemenuhan kebutuhan belajar, serta program kebutuhan khusus yang perlu dipahami oleh guru di sekolah inklusif.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, diharapkan para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara konseptual, tetapi juga memiliki pengalaman praktis dan perspektif yang lebih utuh dalam memberikan layanan pendidikan yang ramah, adaptif, dan setara bagi seluruh peserta didik di sekolah inklusif.
